Pentingnya Berdiam Diri

Sebagai profesional muda, setiap saat, setiap detik, setiap hari, informasi selalu membanjiri kehidupan kita. Televisi, radio, baliho, pamflet, notifikasi ponsel dan masih banyak lagi. Dari waktu anda bangun diwaktu pagi hingga tertidur kembali di malam hari, informasi tidak henti-hentinya mengalir. Kehidupan yang penuh dengan kesibukan bahkan menjadi kebanggaan dan penanda bahwa seseorang begitu “penting” dalam dunia profesinya.

Tapi, pernahkah anda mengalami begitu amat sangat lelah dengan informasi yang mengalir setiap saat? Saat menyelesaikan aktifitas anda seharian, ada rasa kelelahan secara batin. Seolah dari hari ke hari, anda semakin mengosongkan diri untuk hal-hal yang berada di sekeliling kehidupan anda.

Kadang, setiap liburan panjang atau weekend tiba, kita begitu bahagia bisa menghilang sementara dari kesibukan dunia kita. Merasa begitu bebas dan bahagia. Kita menganggap liburan sebagai ajang untuk “mengisi kembali” semangat kita. Tapi lucunya, waktu kita kembali ke kehidupan pekerjaan, tidak jarang kita menjadi lesu kembali. Tidak bersemangat. Berharap hari libur dan weekend datang kembali.

Bila perasaan seperti ini mulai anda alami, sudah saatnya anda untuk beristirahat sejenak dengan berdiam diri. Kenapa harus berdiam diri? Jawabannya simpel. Untuk menata kembali dan mengevaluasi diri kita dari setiap hal yang sudah dilakukan. Entah itu dalam hal pekerjaan, kesehatan, pendidikan ataupun relasi. Berdiam diri memberikan waktu bagi diri kita sendiri untuk merenungi, mengevaluasi, menertawakan hal-hal bodoh yang sudah dilakukan, sedikit tangis untuk hal yang belum diakhiri dengan baik, menanamkan goal baru yang menjadi fokus ke depan dan mengumpulkan tekad untuk kembali ke perjalanan kehidupan. Bila anda berada di posisi decision maker, berdiam diri menjadi hal yang tepat saat harus mengambil keputusan penting. Karna hanya dengan membiarkan diri anda sendiri, berpikir, menelaah, anda akan berada dalam posisi netral tanpa intervensi pikiran orang lain dalam memutukan suatu kebijakan.

 Saat kita menyempatkan diri kita untuk menyendiri, saat itu juga kita menutrisi diri kita untuk menjadi orang yang bisa belajar mengendalikan dirinya sendiri. Sebagai catatan bagi pembaca, berdiam diri disini bukan untuk mengosongkan pikiran ataupun menghayal yah.. Jika anda orang yang beragama, berdiam diri bisa menjadi tempat evaluasi diri dan berbicara secara terbuka dengan Tuhan. Selamat berproses dalam sekolah kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s