Sedari Dulu – Tompi Covered by Jeni Karay

Kali ini bukan tentang perjalanan, atau timelapse waktu di tempat pariwisata. Kali ini Jeni posting tentang cover lagu yang secara tidak sengaja dibuat, waktu lagi nongkrong di salah satu kafe di Salatiga. Emang benar sih kata pepatah. Apa yang tidak direncanakan selalu berjalan lebih seru.

Jangan lupa subcribe channel youtubenya yah.. Enjoy 🙂

 

Advertisements

Dear Future Me

CSC_0299-2

Dear Future Me, 

I hope that today you are the person you always set out to be. I hope you accomplished everything that they said you could never do. How many lives do you change in a day? Do you speak out for what is right, or sit there regretting your silence? I hope you are what I’m not. I hope you speak out with such a voice that everyone around you can hear it even when you aren’t speaking. I want you to have power in the way you speak- giving light into someone’s world filled with darkness. I hope you live as if you are the only one capable of making a difference, and embracing that ability in the best way possible. You don’t need to have your name written in the text of a history book, but you need to live to make your words give life to the ones who thought they didn’t deserve one. When you read this letter, I hope you are somewhere where all of you previous goals can be made accomplishments.

I hope you still remember your past, and pass on your story to those who need to hear it most- to show them that they are not alone. I hope you achieved that brighter, happier life you used to daydream about when you were younger. I hope all of your dreams became your reality, and I hope that eventually your nightmares dissolved into the depths of your past- never haunting you again. I hope that you one day took off the mask that hid the truth. That you broke down the barriers you built, and learned to trust someone- really trust them- somewhere along your journey. I hope that you look in the mirror with a small, true smile and be proud of what you see. I hope that you learned to break through the surface of the water drowning you- anxiety.

I hope that you now see the world from a whole new perspective, and learned to enjoy the sun more than the rain.. Most of all, I hope you learned to speak. To speak in such a voice that must be heard; a voice that embroiders your words onto a heart that needed them most. I hope you are happy, and teach ones who are like the old you to be happy as well. I hope that today you are the person you always set out to be.

Sincerely,
Your Past

 

Travel Alone

Aku suka kata-kata ini:

“Travel can be one of the most rewarding forms on introspection”

Aku lebih memilih menyebutnya private escape atau menyepi. Sesi introspeksi, mendiamkan semua pertanyaan dan amarah, memilah semuanya satu per satu dengan penuh kejujuran dengan diri anda sendiri. Menyepi bagi saya adalah saat dimana saya tidak membutuhkan siapapun menemani perjalanan ini.

Saya pribadi suka sekali dengan pantai dan senja. 2 hal yang paling bisa membuat saya nyaman dan bisa menjadi alat untuk menyaurkan berbagai hal yang saya pikirkan. Jadi, saya pun akan memilih tempat dimana 2 hal ini bisa diakkmodasi dengan maksimal. Satu hal lagi: saya suka tempat yang tidak begitu ramai dan memiliki ruang privasi yang luas sehingga saya bisa untuk merasakan sesi ini sebagai sesi untuk saya dan bukan untuk beramai-ramai ditengah kegaduhan kota.

PhotoGrid_1461597732934
My Travel Alone Session. Captured by Jeni Karay

Tujuannya sederhana: Bagaimana anda netral melihat kehidupan tanpa ada intervensi oleh orang-orang terdekat anda. Anda bisa memutuskan kemana saja anda ingin pergi, ataupun hanya menulis jurnal anda di kamar. Atau bisa memilih aktivitas seperti saya: menangis sesuka hati, tanpa harus menjaga wibawa didepan orang-orang yang dekat dengan saya. Bagi saya menyepi ini memberikan saya ruang untuk menahan diri, menyendiri untuk mencari apa sebenarnya apa sih yang ingin saya lakukan dalam hidup. Apakah orang-orang yang menyakiti saya layak untuk saya pertahankan dalam kehidupan ataukah ini saatnya untuk meninggalkan mereka dan melanjutkan perjalanan.

Menyepi mengajarkan saya untuk menyerahkan suatu titik kehidupan kepada waktu. Anda akan terpesona bagaimana waktu dapat mengendapkan suatu isu dan memunculkan apa sebenarnya yang terjadi. Tidak semua hal bisa diselesaikan dengan waktu yang berjalan karna waktu hanya menguraikan sebuah babak kehidupan. Yang memutuskan apakah babak itu mempengaruhi kita atau tidak, adalah keputusan diri kita sendiri. Maukah kita semakin melukai hati, atau sudah saatnya melihat titik masalah hanya sebagai pendewasaan untuk menggapai masa depan cerah yang membentang.

Percayalah. Anda akan terpesona bagaimana ketika anda pergi dan kemudian kembali, ada sudut pandang dalam diri anda yang berubah. Bukan menjadi suatu hal yang melelahkan hati, namun anda bisa menghadapinya dengan kepala dingin. Hal ini menghindari respon anda yang dapat melukai orang-orang disekeliling anda. Daripada berbicara dengan mengeluarkan kata-kata menyakitkan, sudah saatnya kita mulai berpikir bagaimana menghadapi setiap hal dengan cara yang elegan.

pergi Menyendiri membuat saya untuk melihat seberapa besar tenaga yang sudah saya keluarkan untuk sebuah hal atau masalah. Apakah sebegitu signifikannya kah untuk menguras tenaga saya? Apa langkah selanjutnya yang bisa saya lakukan bila hal ini kembali terjadi? Bagaimana sikap hati saya untuk merespon apa yang selanjutnya terjadi? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya dapat anda pikirkan dengan matang ketika anda berdiri seorang diri. Bukan kata orang tua, gebetan, sahabat atau teman anda. Tapi apa yang diri anda sendiri inginkan.

Menyendiri adalah cara saya untuk mengembalikan tenaga saya. Setelah didera berbagai kejadian, hal yang mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan yang saya rencanakan, menyendiri memberikan saya pilihan untuk mengevaluasi berbagai hal.

Tidak selamanya menyendiri itu buruk. Kita butuh untuk berdiri seorang diri ditengah keramaian untuk memahami siapa sebenarnya diri kita sendiri. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh hati kita.

image
Captured by Jeni Karay

Kalau aku..
Aku jatuh cinta.
Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang hanya sanggup aku nikmati bayangannya tapi takkan pernah bisa aku miliki.
Seseorang yang hadir bagaikan bintang jatuh.
Sekelebat, kemudian menghilang begitu saja.
Tanpa sanggup tangan ini mengejarnya.
Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.

~Dee, Rectoverso

image
Captured by Jeni Karay

Warna yang sama bisa tampak sunyi dan riang sekaligus. Langit paham hal-hal semacam itu. Kata-katamu bicara terlalu banyak tapi tidak pernah cukup. Langit selalu cukup dengan cuaca dan pertanyaan-pertanyaan.

Jangan percaya pada ksrtupos dan kamera seorang petualang. Menyelamlah ke ingatannya dan temukan senja selalu basah di sana. Kau hanya boleh jatuh cinta kepada ingatan yang menyerupai langit: rentan dan tidak mudah dikira.

Dia meninggalkanmu agar bisa selalu mengingatmu. Dia akan pulang untuk membuktikan mana yang lebih kuat, langit atau matamu.

~Aan Mansyur

When You Get Back

DSC_0759
People at Amai Beach, Papua. Captured by Jeni Karay

And so my prayer is that your story will have involved some leaving and some coming home, some summer and some winter, some roses blooming out like children in a play. My hope is your story will be about changing, about getting getting something beautiful born inside you about learning to love a woman or a man, about learning to love a child, about moving yourself around water, around mountains, around friends, about learning to love others more than we love ourselves, about learning oneness as a way of understanding God.

We get one story, you and I, and one story alone. God has established the elements, the setting and the climax and the resolution. It would be a crime not to venture out, wouldn’t it? It might be time for you to go. It might be time to change, to shine out. I want to repeat one word for you: Leave. Roll the word around on your tounge for a bit. It is a beautiful word, isn’t it? So strong and forceful, the way you have always wanted to be. And you will not be alone. You have never been alone. Don’t worry. Everything will still be here when you get back. It is you who will have changed.