image
Captured by Jeni Karay

“If travel teaches us how to see, how come every time all I see is you?”

~Ika Natassa, Antologi Rasa

Advertisements
image
Captured by Jeni Karay

Kalau aku..
Aku jatuh cinta.
Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang hanya sanggup aku nikmati bayangannya tapi takkan pernah bisa aku miliki.
Seseorang yang hadir bagaikan bintang jatuh.
Sekelebat, kemudian menghilang begitu saja.
Tanpa sanggup tangan ini mengejarnya.
Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.

~Dee, Rectoverso

image
Captured by Jeni Karay

Warna yang sama bisa tampak sunyi dan riang sekaligus. Langit paham hal-hal semacam itu. Kata-katamu bicara terlalu banyak tapi tidak pernah cukup. Langit selalu cukup dengan cuaca dan pertanyaan-pertanyaan.

Jangan percaya pada ksrtupos dan kamera seorang petualang. Menyelamlah ke ingatannya dan temukan senja selalu basah di sana. Kau hanya boleh jatuh cinta kepada ingatan yang menyerupai langit: rentan dan tidak mudah dikira.

Dia meninggalkanmu agar bisa selalu mengingatmu. Dia akan pulang untuk membuktikan mana yang lebih kuat, langit atau matamu.

~Aan Mansyur

Hujan 7 Hari

Sudah 7 hari di kota ini. 7 hari juga hujan tidak pernah absen dari kota ini. Alhasil, beberapa rencana untuk menjelajah kota ini gagal total. Hanya bertemuan dengan jendela kamar, sesekali ke depan persimpangan jalan lalu kembali lagi ke kamar. 7 hari yang sama kulihat Jalan-jalan kota ini basah, pecek. Kendaraan yang lalu lalang pun tidak menurunkan kecepatannya ketika melewati selokan. Alhasil, banyak mahasiswa yang teriak sambil mengucapkan sumpah serapah karna pengendara yang semena-mena menggunakan jalan.

Masih duduk ditemani secangkir kopi pahit panas sambil memandang keluar jendela. Hujan bukannya semakin reda, tapi semakin menjadi-jadi. Aku suka dengan kota ini. Selalu basah diwaktu pagi, menghantarkan lelah jiwa dengan lantunan rintiknya. Kalau dipikir-pikir.. hujan adalah salah satu saksi bisu dari setiap kisah manusia. Dibawah rintik hujan, langkah kaki dua sejoli berlalu dihadapanku. Saling menatap dengan senyuman sambil berlalu dengan cepat. Dibawah rintik hujan, Ibu paruh baya menggendong anak lelakinya yang memutarkan tangan memeluk leher ibunya. Dibawah rintik hujan aku menjadi bagian dalam babak kehidupkan ini: seorang wanita yang berjalan tergesa-gesa mengejar masa depan namun disaat bersamaan merindukan rumahnya.

Hujan itu unik, menurutku. Kehadirannya bisa memberikan rasa kelegaan, rindu yang terbangun, ataupun kenangan yang dibangkitkan setiap hujan gerimis mulai turun satu per satu.

Tinggal di kota ini membuat diriku belajar mencintai dan menikmati waktu hening ketika hujan mulai turun. Yang paling kusuka adalah saat kabut mulai merambahi jalan kota yang mulai lengkang. Terlihat mistis, sunyi, indah dipandang mata.

Ada rindu yang kulepaskan untuk dibawa olehnya

Ada harapan yang bisikkan dalam tiap rinai rintiknya

Ada kenagan yang membuatku tersenyum setiap memandang keluar jendela

 

Memang benar bahwa apapun yang diciptakan olehNya adalah indah apa adanya. Berteman dengan hujan, membuat aku belajar untuk berteman dengan keheningan dan menikmati setiap kejadian yang tersaji di depan mata. Selalu ada keindahan dimana saja.

Christmas In My Mind

Apparalang, bulukumba. Taken by Jeni Karay

Because I’ve learnt this year that not all journeys lead to grand castles or golden halls and not all quests result in glitz and glamour. Sometimes the end of an era, the end of a lifelong pursuit, the end of perhaps something that is all we’ve ever known ends here. And here could be somewhere we never thought we’d ever be. Perhaps, maybe alone on Christmas Eve in an office building or maybe in front of a stable like the wisemen of old who set out for the King of kings and found a broken down shed. Maybe your whole journey this past year has led you to this dark, dreary manger and all the while you were expecting a castle.

Christmas reminds us that there’s always hope even in all our failed pursuit or shortcomings. No matter who you are and where you end up finishing this year, if you find yourself before your manger – dissapointed, discouraged and disheartened at the end of what seemed a pointless journey, may you find Jesus within the stables of life. Because there is always hope, and there is always a new dream, and there is always a new path as long as you can muster what you have and offer it to Him. I have learnt and am continuing to learn this, here in the stables of life.

#Heisthereason
#thingsimstilllearningat26

View on Path

Suara Kemiskinan

Aku adalah Papua, aku adalah Maluku,
Akulah Nusa Tenggara, akulah Sulawesi,
Suara dari kemiskinan, yang tak pernah berujung,
Semenjak Republik ini berdiri.

Tanah kami tanah kaya, laut kami laut kaya,
Kami tidur diatas emas, berenang diatas minyak,
Tapi bukan kami punya, semua anugerah itu,
Kami cuma berdagang, buah-buah pinang.

Kami tak mau bersalah, pada anak-anak cucu,
Harus ada perubahan, harus ada perubahan,

(Suara Kemiskinan ~Franky Sahilatua)

I heart KTI.

View on Path

Truly Be Alive

image
Captured by Jeni Karay

Be weird and wild and travel places you know nothing about. Write until your fingers bleed, scream off the top of your lungs and sleep under the stars and change your mind all the time and wander the earth with no plan but to feel, feel, feel what it’s like to truly be alive.

~elephantjournal

#traveler #westpapua #onduty #adventure #explore #beach #mansinam #blue #sky