It’s Like That With Life

605dbc83-87a0-42c4-96d2-188cd36121ed

I think this is when most people give up on their stories. They come out of college wanting to change the world, wanting to get married, wanting to have kids and change the way people buy office supplies. But they get into the middle and discover it was harder than they thought. They can’t see the distant shore anymore, and they wonder if their paddling is moving them forward. None of the trees behind them are getting smaller and none of the trees ahead are getting bigger. They take it out in their spouses, and they go looking for an easier story. Here’s the truth about telling stories with your life. It’s going to sound like a great idea, and you’re going to get excited about it, and then when it comes time to do the work, you’re not going to want to do it. It’s like that with writing books, and it’s like that with life. People love to have lived a great story, but few people like the work it takes to make it happen. But joy costs pain.

Advertisements

Visi vs Karakter

tumblr_o2oz0bUaek1rsyukao1_1280

Dulu. Jalam dahulu kala (halah) pikirku visi adalah segalanya. Dampak dari visi itu begitu sistematis. Dengan mengetahui apa yang menjadi visi hidupmu, kau akan memilah kepada siapa kau menginvestasikan waktu, tenaga, pikiran ataupun dirimu secara keseluruhan. Mungkin karna dulu saya selalu dikelilingi orang yang berbeda visi sehingga visi menjadi beegitu signifikan.

waktu berjalan, maju tanpa ampun. Kini visi yang sama bukanlah menjadi permasalahan signifikan. Entah kenapa kehidupan slalu punya cara unik untuk menarik setiap orang yang memiliki visi yang sama denganmu. Seperti magnet. Masalah baru muncul berikutnya: di tengah banyak orang yang memiliki visi yang sama denganmu, ternyata mereka memiliki karakter yang tidak sebegitu indah dengan visi mereka. Beberapa yang kutemukan memiliki karakter 180 derajat dari visi mereka.

See? Dulu masalah yang terbesar adalah visi. Ketika kau bertemu dengan banyak orang sevisi, masalahnya adalah karakter. Ada orang-orang yang kutemui masih dalam proses mencari jati diri dan kadang ada yang hanya menjawab dengan jawaban diplomatis super gag jelas: “visiku adalah membahagiakanmu (jawaban paling konyol dan tidak logis. Salah bila seseorang menggunakan kalimat ini untuk merayu)”. Apa gunakanya visi tanpa karakter yang mengimbanginya? Apa gunanya karakter tanpa visi yang menjaga ritmenya?

manakah yang akan kau pilih? Karakter ataukah yang Bervisi? Alangkah sempurnya bila yang hadir merupakan perpaduan antara keduanya. Suatu hari nanti.

Kehilangan

tumblr_ob5exzsQ1V1upciwuo1_1280

Kehilangan. Bagian dari proses kehidupan manusia yang selalu akan ada. Kejadian itu akan selalu ada. Tapi bagaimana kita menyikapinya akan menentukan bagaimana kita menghadapinya. Kehilangan disini tidak saja berbicara tentang meninggalnya seseorang yang kita kasihi. Bisa saja kehilangan ini berupa barang berharga, relasi, persahabatan. Apapun yang dapat dihilangkan. Bisa jadi.. itu berupa jabatan atau impian.

Tidak ada yang seru, tidak ada yang nikmat, tiddak ada yang keren dari sesuatu yang terhilang dalam hidup kita. Karna awalnya, hal itu hadir dan “ada” lalu menjadi hilang seketika.

Rasa yang ditimbulkan oleh kehilangan ini juga bermacam-macam. Perasaan tidak seimbang, sakit, harapan yang ppupus, ketakutan, marah, tidak berdaya, frustasi, dan masih banyak lagi yang dapat mengikutinya. Kalau saya tuliskan disini, mungkin kita bisa buat list terpanjang perasaan yang diakibatkan oleh kehilangan.tapi tujuanku untuk menulis tulisan ini bukanlah untuk membuat list yang panjang tentang bagaimana rasanya kehilangan seseorang atau sesuatu. Harapannya sih sederhana. Siapapun yang lagi sambil lalu membaca postingan ini dan sedang mengalami struggle dengan perasaan kehilangan, dapat melihat sudut pandang lain dari sebuah perasaan kehilangan. I promise you, this would not be easy.

Ada satu keuntungan dari kehilangan. Yaitu kemampuan untuk bertumbuh lebih dekat dengan Tuhan. Tidak ada suatu relasi apapun di dunia yang dapat menyaingi ataupun dapat melebihi relasi dengan Tuhan. Anda dan saya membutuhkan sesuatu yang kekal sebagai harapan sehingga hal itu tidak mengecewakan dan selalu dapat menjadi pegangan yang teguh. Semua relasi, semua manusia, semua harta pada akhirnya akan habis, hilang, lenyap, pergi. Hanya Tuhan yang bertahan dan abadi.

Kita sebagai manusia.. kadang terlalu angkuh. Menganggap apa yang menjadi milik kita akan seterusnya menjadi hak kita. Kita lupa, bahwa segala sesuatu hanyalah titipan semata yang setiap saat dapat diambil seperti uap dalam kehidupan kita.

Semakin kamu bertumbuh dalam Tuhan, Dia akan membantu untuk memberanikan dirimu melihat kembali menginventori kehidupanmu. Kamu memiliki kesempatan untuk melihat bagian mana dalam hidupmu yang bekerja dengan baik.. dan mana yang tidak. Kamu mendapat kemampuan untuk melihat lebih dekat dan detail, bagian mana yang salah.. dan kamu bisa melakukan hal yang lebih baik dan lebih bijaksana dengan situasi yang sama di masa yang akan datang dihidupmu nanti. Kamu mendapat kesempatan untuk melihat kehidupan dari perpektif yang berbeda – jika kau berkenan melihat hal itu.

 

Tidak ada yang mudah.. dan meilihat hal yang baik dalam suatu kehilangan, atau mendapatkan perpektif yang baru, dapat menjadi tantangan dalam beberapa waktu. Tapi kehilangan adalah kesempatan untuk melihat lebih jelas, mengingat hal-hal yang baik yang pernah dan telah diberikan dalam hidupmu. Hal itu juga membuatmu belajar dari kesalahan masa lalu atau dari kesalahan orang lain.

Ketika kamu melihat hal yang baik dalam hidupmu (entah itu orang , kejadian, benda), secara tidak langsung kamu sedang belajar bagaimana melepaskan dirimu dari trauma, kekecewaan dan kehilangan. Kehilangan merupakan kesempatan yang ampuh untuk mengembangan rasa syukur kita dengan semakin dalam kepada Tuhan dan sesama kita.

Tiddak ada yang lebih efektif dari memutar emosi yang negatif dari kehilangan menjadi sesuatu yang bernilai dibanding mengijinkan Tuhan untuk memupuk hatimu untuk lebih mengucap syukur leih dalam dan disepanjang pergumulan yang kita hadapi, hal ini juga membuat kita untuk menciptakan “babak yang baru”.

Setelah kau kehilangan, lihatlah pada setiap hal baik yang ada dalam hidupmu dan mengucap syukurlah kepada Tuhan untuk hal yang telah ditinggalkan—termasuk orang, talenta, karunia, kemampuan, kenangan, kesehatan, rumah dan apapun yang ada dalam rumahmu, mobil, makanan, dan berbagai hal-hal kecil yang kadang kita lewati untuk disyukuri.

Akan ada waktu dimana kkita bisa berfokus pada kehilangan kita. Itu membantu diri kita melalui setiap rasa sakit hati dan tiap pelajaran kehidupan. Tapi, jika kita hanya berfokus pada rasa kehilangan, trauma, kekecewaan dan frustasi dalam hidup ini, segala hal yang akan kau lihat hanyalah pengalaman yang sama dan terus berulang-ulang diputarkan dalam pikiranmu.

Berfokuslah pada kebaikan-kebaikan dan kau pun akan mulai melihat sisi baik kehidupan dan memiliki kemampuan untuk menghidupi kehidupanmu walaupun apapun nanti keadaannya.

Mintalah Tuhan untuk membantumu dan memberikanmu kemampuan untuk melihat segala hal yang baik dalam hidupmu dan mengucap syukurlah dalam setiap hal yang ada, untuk setiap kebaikan di setiap waktu hidupmu.

 

Teman-teman bisa membaca dalam: Mazmur 119:71 & Yohanes 14:1

 

 

 

We Can Praise God For..

tumblr_o07m3aEj3S1sbz37go1_1280

Lead my longing heart
To the high ground, to the clear view
Ending nor’ I’ll be there
Beholding You

Holy is the Lord revealed before my eyes
And my burning heart can scarcely take it in
As I behold your beauty with unworthy eyes

The only song my soul can find to sing
Is Hallelujah Hallelujah Hallelujah my King
… Hallelujah Hallelujah Hallelujah my King

Hillsong Worship // Transfiguration

There’s always something we can praise God for, even if it’s just the air we breathe or the food we eat. But I heard something from @joycemeyer’s podcast yesterday that has stuck with me and helped shaped my prayers… We can praise God, even in our hard times because whatever problem we are facing, God already has the answer. We might not be able to see it but we can rest knowing He’s got it covered!

Lowest Point

tumblr_o29h4wIAMu1sj7j0lo1_1280

If Joseph had not been sold as a slave by his brothers, he would not have ended up in Potiphar’s house. If he had not been in Potiphar’s house, he would not have been thrown into prison. If he had not been thrown into prison, he would not have interpreted the dreams of Pharaoh’s officers and then be summoned to interpret Pharaoh’s dreams and eventually be promoted to become prime minister over the Egyptian empire.

If you think you are at the lowest point in your life today, God is telling you, “Don’t give up. It isn’t over!” Just like Joseph in the Bible, God can make the lowest point in your life the launching pad for one of His greatest callings.