Yang menyebabkan seseorang tidak mampu mengikhlaskan mantan adalah kegagalan pikiran menyadari akan hukum keutuhan. Maksudnya, hanya mau mendapatkan, dan tidak mau melepaskan. Hanya mau bertemu dan terus bersama, dan menolak perpisahan, serta kesendirian. Padahal untuk hidup dibutuhkan keduanya.
Napas mengingatkan saya akan hukum keutuhan ini. Manusia hidup karena menarik napas, mendapatkan, lalu menghembuskan napas, melepaskan. Bisa bayangkan kalau manusia terus-terusan hanya menarik napas, mendapatkan? Manusia tidak akan bisa hidup kalau maunya hanya menarik napas, mendapatkan.
Jadi kalau memang berniat hidup dan ikhlas melepaskan mantan, saya butuh melatih pikiran menyadari bahwa diri ini tidak bisa melarikan diri dari hukum keutuhan.
Ada waktunya mendapatkan seseorang tercinta, ada waktunya ikhlas melepaskannya. Ketika pasangan hidup memiliki kelebihan, ia akan selalu disertai dengan kekurangan. Gembira selalu diikuti dengan sedih. Di mana ada puncak gunung, di situ ada jurang. Bahkan semakin tinggi gunung, maka jurangnya pun pasti semakin curam dan dalam.
Saya sepakat dengan kata Pramoedya Ananta Toer, “Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran …”. Begitu pun, “Ikhlas melepaskan mantan harus sudah dilakukan sejak dalam pikiran …”

Jadi Perempuan Itu…

dsc_0344

Jadi perempuan itu harus berani berkata tidak. Tidak kepaa ketidaknyamanan, ketidak sesuaian dan ketidak sinergisan.

Jadi perempuan itu berani bertindak tegas. Tidak membiarkan dirinya dipermainkan.

Jadi perempuan itu tidak harus selalu mengiyakan sesuatu agar diterima dan dianggap sopan dalam masyarakat ataupun lingkungan pergaulan.

Jadi perempuan itu berani berdiri untuk kebenaran. Tidak mempermainkan dirinya atau dipermainkan oleh orang lain.

Jadi perempuan itu bukan tentang jenis kelamin, tapi bagaimana kehadirannya membawa warna berbeda dan inspirasi kemanapun dirinya melangkahkan kaki.

Jadi perempuan itu indah. Ketika dia mengerti siapa dirinya sendiri. Apa bagian tergelap dari dirinya, menerima bagian itu dan menggunakan bagian itu menjadi senjata ampuh dan kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada didepannya.

Ketika Berani Melangkah

Dalam hidup ini tidak ada yang abadi. Setuju kan?

Sama halnya juga dengan cinta, karir, persahabatan, dan berbagai hal dalam hidup. pasti ada saat dimana kita harus menutup satu babak dan memulai kembali di bab yang baru. Tidak gampang. Apalagi kalau bab sebelumnya begitu indah, begitu membekas dalam kenangan. Bedeeh.. mau pindah bab aja bisa sampai berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

prinsipnya sederhana. Berani melangkah. Kadang, kita lebih suka terpana dengan hal yg menurut kita sudah indah dimasa lalu. Bila sesuatu berakhir, haruskah dipaksakan untuk dipertahankan? Bila harus move on, kenapa masih harus menyiksa diri bertahan mempertahankan orang yang jelas-jelas meninggalkanmu?

Kepergian seseorang, berakhirnya sebuah mimpi, akhir dari sebuah karir, semua itu kadang digunakan kehidupan untuk membawa kita melompat dalam dimensi baru. Selalu ada kebahagiaan, kesuksesan, semua yang lebih indah daripada masa kini di depan sana. Tugas kita cuman 1: percaya & berani melangkah. Kadang Tuhan harus membungkus kado yang berharga dengan kertas kado yang kusam. Untuk melihat seberapa konsisten, bagaimana sikap kita dalam hidup ini.

Untuk aku pribadi, ada 1 kata yang selalu ngingetin aku untuk terus melangkah maju: all things work together for my good. Mau seburuk, sebaik, semenyebalkan, setraumatis apapun, semuanya itu dipakai Dia untuk membentukku dan membawaku kepada 1 kebaikan demi kebaikan yang lain. Jangan menyerah, teman!

 

The 10 Virtues of the Proverbs 31 Woman

tumblr_nhixwlAkN91rzadffo1_500

The 10 Virtues of the Proverbs 31 Woman

1. Faith – A Virtuous Woman serves God with all of her heart, mind, and soul. She seeks His will for her life and follows His ways. (Proverbs 31: 26, Proverbs 31: 29 – 31, Matthew 22: 37, John 14: 15, Psalm 119: 15

2. Marriage – A Virtuous Woman respects her husband. She does him good all the days of her life. She is trustworthy and a helpmeet. (Proverbs 31: 11- 12, Proverbs 31: 23, Proverbs 31: 28, 1 Peter 3, Ephesians 5, Genesis2: 18)

3.  Mothering – A Virtuous Woman teaches her children the ways of her Father in heaven. She nurtures her children with the love of Christ, disciplines them with care and wisdom, and trains them in the way they should go. (Proverbs 31: 28, Proverbs 31: 26, Proverbs 22: 6, Deuteronomy 6, Luke 18: 16)

4. Health – A Virtuous Woman cares for her body. She prepares healthy food for her family. (Proverbs 31: 14 – 15, Proverbs 31: 17, 1 Corinthians 6: 19, Genesis 1: 29, Daniel 1, Leviticus 11)

5. Service – A Virtuous Woman serves her husband, her family, her friends, and her neighbors with a gentle and loving spirit. She is charitable. (Proverbs 31: 12, Proverbs 31: 15, Proverbs 31: 20, 1 Corinthians 13: 13)

6. Finances – A Virtuous Woman seeks her husband’s approval before making purchases and spends money wisely. She is careful to purchase quality items which her family needs. (Proverbs 31: 14, Proverbs 31: 16, Proverbs 31: 18, 1 Timothy 6: 10, Ephesians 5: 23, Deuteronomy 14: 22, Numbers 18: 26)

7.  Industry – A Virtuous Woman works willingly with her hands. She sings praises to God and does not grumble while completing her tasks. (Proverbs 31: 13, Proverbs 31: 16, Proverbs 31: 24, Proverbs 31: 31, Philippians 2: 14)

8. Homemaking – A Virtuous Woman is a homemaker. She creates an inviting atmosphere of warmth and love for her family and guests. She uses hospitality to minister to those around her. (Proverbs 31: 15, Proverbs 31: 20 – 22, Proverbs 31: 27, Titus 2: 5, 1 Peter 4: 9, Hebrews 13: 2)

9. Time – A Virtuous Woman uses her time wisely. She works diligently to complete her daily tasks. She does not spend time dwelling on those things that do not please the Lord. (Proverbs 31: 13, Proverbs 31: 19, Proverbs 31: 27, Ecclesiastes 3, Proverbs 16: 9, Philippians 4:8 )

10. Beauty – A Virtuous Woman is a woman of worth and beauty. She has the inner beauty that only comes from Christ. She uses her creativity and sense of style to create beauty in her life and the lives of her loved ones. (Proverbs 31: 10Proverbs 31: 21 – 22, Proverbs 31: 24 -25, Isaiah 61: 10, 1 Timothy 2: 9, 1 Peter 3: 1 – 6)

Lowest Point

tumblr_o29h4wIAMu1sj7j0lo1_1280

If Joseph had not been sold as a slave by his brothers, he would not have ended up in Potiphar’s house. If he had not been in Potiphar’s house, he would not have been thrown into prison. If he had not been thrown into prison, he would not have interpreted the dreams of Pharaoh’s officers and then be summoned to interpret Pharaoh’s dreams and eventually be promoted to become prime minister over the Egyptian empire.

If you think you are at the lowest point in your life today, God is telling you, “Don’t give up. It isn’t over!” Just like Joseph in the Bible, God can make the lowest point in your life the launching pad for one of His greatest callings.