Hujan 7 Hari

Sudah 7 hari di kota ini. 7 hari juga hujan tidak pernah absen dari kota ini. Alhasil, beberapa rencana untuk menjelajah kota ini gagal total. Hanya bertemuan dengan jendela kamar, sesekali ke depan persimpangan jalan lalu kembali lagi ke kamar. 7 hari yang sama kulihat Jalan-jalan kota ini basah, pecek. Kendaraan yang lalu lalang pun tidak menurunkan kecepatannya ketika melewati selokan. Alhasil, banyak mahasiswa yang teriak sambil mengucapkan sumpah serapah karna pengendara yang semena-mena menggunakan jalan.

Masih duduk ditemani secangkir kopi pahit panas sambil memandang keluar jendela. Hujan bukannya semakin reda, tapi semakin menjadi-jadi. Aku suka dengan kota ini. Selalu basah diwaktu pagi, menghantarkan lelah jiwa dengan lantunan rintiknya. Kalau dipikir-pikir.. hujan adalah salah satu saksi bisu dari setiap kisah manusia. Dibawah rintik hujan, langkah kaki dua sejoli berlalu dihadapanku. Saling menatap dengan senyuman sambil berlalu dengan cepat. Dibawah rintik hujan, Ibu paruh baya menggendong anak lelakinya yang memutarkan tangan memeluk leher ibunya. Dibawah rintik hujan aku menjadi bagian dalam babak kehidupkan ini: seorang wanita yang berjalan tergesa-gesa mengejar masa depan namun disaat bersamaan merindukan rumahnya.

Hujan itu unik, menurutku. Kehadirannya bisa memberikan rasa kelegaan, rindu yang terbangun, ataupun kenangan yang dibangkitkan setiap hujan gerimis mulai turun satu per satu.

Tinggal di kota ini membuat diriku belajar mencintai dan menikmati waktu hening ketika hujan mulai turun. Yang paling kusuka adalah saat kabut mulai merambahi jalan kota yang mulai lengkang. Terlihat mistis, sunyi, indah dipandang mata.

Ada rindu yang kulepaskan untuk dibawa olehnya

Ada harapan yang bisikkan dalam tiap rinai rintiknya

Ada kenagan yang membuatku tersenyum setiap memandang keluar jendela

 

Memang benar bahwa apapun yang diciptakan olehNya adalah indah apa adanya. Berteman dengan hujan, membuat aku belajar untuk berteman dengan keheningan dan menikmati setiap kejadian yang tersaji di depan mata. Selalu ada keindahan dimana saja.