Travel Alone

Aku suka kata-kata ini:

“Travel can be one of the most rewarding forms on introspection”

Aku lebih memilih menyebutnya private escape atau menyepi. Sesi introspeksi, mendiamkan semua pertanyaan dan amarah, memilah semuanya satu per satu dengan penuh kejujuran dengan diri anda sendiri. Menyepi bagi saya adalah saat dimana saya tidak membutuhkan siapapun menemani perjalanan ini.

Saya pribadi suka sekali dengan pantai dan senja. 2 hal yang paling bisa membuat saya nyaman dan bisa menjadi alat untuk menyaurkan berbagai hal yang saya pikirkan. Jadi, saya pun akan memilih tempat dimana 2 hal ini bisa diakkmodasi dengan maksimal. Satu hal lagi: saya suka tempat yang tidak begitu ramai dan memiliki ruang privasi yang luas sehingga saya bisa untuk merasakan sesi ini sebagai sesi untuk saya dan bukan untuk beramai-ramai ditengah kegaduhan kota.

PhotoGrid_1461597732934
My Travel Alone Session. Captured by Jeni Karay

Tujuannya sederhana: Bagaimana anda netral melihat kehidupan tanpa ada intervensi oleh orang-orang terdekat anda. Anda bisa memutuskan kemana saja anda ingin pergi, ataupun hanya menulis jurnal anda di kamar. Atau bisa memilih aktivitas seperti saya: menangis sesuka hati, tanpa harus menjaga wibawa didepan orang-orang yang dekat dengan saya. Bagi saya menyepi ini memberikan saya ruang untuk menahan diri, menyendiri untuk mencari apa sebenarnya apa sih yang ingin saya lakukan dalam hidup. Apakah orang-orang yang menyakiti saya layak untuk saya pertahankan dalam kehidupan ataukah ini saatnya untuk meninggalkan mereka dan melanjutkan perjalanan.

Menyepi mengajarkan saya untuk menyerahkan suatu titik kehidupan kepada waktu. Anda akan terpesona bagaimana waktu dapat mengendapkan suatu isu dan memunculkan apa sebenarnya yang terjadi. Tidak semua hal bisa diselesaikan dengan waktu yang berjalan karna waktu hanya menguraikan sebuah babak kehidupan. Yang memutuskan apakah babak itu mempengaruhi kita atau tidak, adalah keputusan diri kita sendiri. Maukah kita semakin melukai hati, atau sudah saatnya melihat titik masalah hanya sebagai pendewasaan untuk menggapai masa depan cerah yang membentang.

Percayalah. Anda akan terpesona bagaimana ketika anda pergi dan kemudian kembali, ada sudut pandang dalam diri anda yang berubah. Bukan menjadi suatu hal yang melelahkan hati, namun anda bisa menghadapinya dengan kepala dingin. Hal ini menghindari respon anda yang dapat melukai orang-orang disekeliling anda. Daripada berbicara dengan mengeluarkan kata-kata menyakitkan, sudah saatnya kita mulai berpikir bagaimana menghadapi setiap hal dengan cara yang elegan.

pergi Menyendiri membuat saya untuk melihat seberapa besar tenaga yang sudah saya keluarkan untuk sebuah hal atau masalah. Apakah sebegitu signifikannya kah untuk menguras tenaga saya? Apa langkah selanjutnya yang bisa saya lakukan bila hal ini kembali terjadi? Bagaimana sikap hati saya untuk merespon apa yang selanjutnya terjadi? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya dapat anda pikirkan dengan matang ketika anda berdiri seorang diri. Bukan kata orang tua, gebetan, sahabat atau teman anda. Tapi apa yang diri anda sendiri inginkan.

Menyendiri adalah cara saya untuk mengembalikan tenaga saya. Setelah didera berbagai kejadian, hal yang mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan yang saya rencanakan, menyendiri memberikan saya pilihan untuk mengevaluasi berbagai hal.

Tidak selamanya menyendiri itu buruk. Kita butuh untuk berdiri seorang diri ditengah keramaian untuk memahami siapa sebenarnya diri kita sendiri. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh hati kita.

Advertisements
image
Captured by Jeni Karay

Kalau aku..
Aku jatuh cinta.
Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang hanya sanggup aku nikmati bayangannya tapi takkan pernah bisa aku miliki.
Seseorang yang hadir bagaikan bintang jatuh.
Sekelebat, kemudian menghilang begitu saja.
Tanpa sanggup tangan ini mengejarnya.
Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.

~Dee, Rectoverso

image
Captured by Jeni Karay

Warna yang sama bisa tampak sunyi dan riang sekaligus. Langit paham hal-hal semacam itu. Kata-katamu bicara terlalu banyak tapi tidak pernah cukup. Langit selalu cukup dengan cuaca dan pertanyaan-pertanyaan.

Jangan percaya pada ksrtupos dan kamera seorang petualang. Menyelamlah ke ingatannya dan temukan senja selalu basah di sana. Kau hanya boleh jatuh cinta kepada ingatan yang menyerupai langit: rentan dan tidak mudah dikira.

Dia meninggalkanmu agar bisa selalu mengingatmu. Dia akan pulang untuk membuktikan mana yang lebih kuat, langit atau matamu.

~Aan Mansyur

Be Courageous

Rosa Parks (1913-2005) was the unknown seamstress who started the modern American Civil Rights Movement. On December 1, 1955, in the city of Montgomery, Alabama, she refused to move to the back of the bus after a white man got on board and wanted to sit in a front seat. Rosa’s mother believed “you should take advantage of the opportunities, no matter how few they were.” Rosa said that her lifelong acquaintance with fear made her determined and gave her the courage to appeal her conviction during the bus boycott that followed her arrest and conviction. The U.S. Supreme Court ruled that segregation on buses was unconstitutional. Parks was the first woman to receive the Martin Luther King Jr. Nonviolent Peace Prize.

Rosa refused to live in fear; she was determined to have what was rightfully hers, and her determination sparked government reform for all.

From Rosa’s life, we see that if one person is courageous enough to step out and attempt to do something about a problem, other people with the same desire will also come forward.

Pray: Lord, help me to always have the courage to not allow others to take what is rightfully mine. Help me to confront what is wrong with the truth of Your Word. Amen.

From the book The Confident Woman Devotional by Joyce Meyer. Copyright 2011 by Joyce Meyer. Published by FaithWords.

Believe in Your Value

Take a minute and look into your heart. How do you feel about yourself? If your answer does not agree with God’s Word, I encourage you to begin today renewing your mind about yourself.

See yourself as God sees you. Study God’s Word and you will find out that you are precious, created in your mother’s womb by God’s own hand. You are not an accident. Even if your parents told you they never really wanted you, I can assure you that God wanted you. You are valuable, you have worth, you are gifted, you are talented, and you have a purpose on this earth.

Not only must we ask God for things He has promised us but we must receive them (see John 16:24). If you feel unworthy, you probably won’t ask, and even if you do, you won’t receive by faith. Don’t let feelings rule you anymore. Take a step of faith and start improving your quality of life today. Believe that you make good decisions, that you are a valuable person with a great future, and something good is going to happen to you today!

Pray: Lord, I ask You to imprint Your love into the depths of my heart. I believe You have a great future for me and that I can walk in Your purpose for my life. Amen.

From the book The Confident Woman Devotional by Joyce Meyer. Copyright 2011 by Joyce Meyer. Published by FaithWords.

Guard Your Spirit

Do you realise that your spirit is your responsibility?

Proverbs 25:28 says, Whoever has no rule over his own spirit is like a city broken down, without walls.

The Bible likens the person who does not control their own spirit as being like a city with walls that have tumbled down. That makes the city defenceless so it is vulnerable to any attack. In the same way, if we don’t ‘take care’ of or ‘rule’ our own spirit, we are like a city with cracks in our foundations and breaches in our fortifications, open to every kind of attack imaginable.

The reason you must take responsibility for your spirit is that your spirit makes a way for you in life. One of the best pieces of advice I ever received as a young person in Bible College was this ‘Never develop a wounded spirit.’  Your spirit is the key to your future and above all else, Proverbs 4:23 says, we should guard it with “all diligence”, (the Bible translates the word for heart and spirit interchangeably). Poor choices, lack of wisdom, emotional instability, pride, bitterness, a ‘wounded spirit’ and unforgiveness are the kinds of things that weaken us and leave us open and vulnerable to an assault.

Daniel 6:3 says that Daniel had an excellent spirit. It was this quality that changed the way king Nebudchdnezzar looked upon Daniel, and he was favoured and promoted as a result.

Then this Daniel distinguished himself above the governors and satraps, because an excellent spirit was in him; and the king gave thought to setting him over the whole realm.

In the same way as Daniel’s excellent spirit caused the king to look at him differently, if you look after your own spirit, you can rise above any difficult circumstances that you face and find favour with others.  However, if you allow other things to take hold of your spirit, they will stop you from entering into all God has planned for you.

It is my prayer that you understand the immense value of your spirit and that you take up the responsibility to guard it faithfully every day.   Responsibility for a pure, clean heart and a right spirit is an imperative to walking in a fruitful relationship with Christ.

PRAYER:
Lord God, help me to keep my heart and my spirit pure before you. Bring to mind anything which has caused me to live ‘wounded’ and enable me to have a right spirit.

SUGGESTED READING:
Daniel 5:11, 14 (NKJV)
Proverbs 20:27 (NKJV)
Proverbs 16:2 (Amplified)

Source: http://hillsong.com/blogs/collected/2015/january/day-1-guard-your-spirit#.VLIYfvmSwrU