It’s Like That With Life

605dbc83-87a0-42c4-96d2-188cd36121ed

I think this is when most people give up on their stories. They come out of college wanting to change the world, wanting to get married, wanting to have kids and change the way people buy office supplies. But they get into the middle and discover it was harder than they thought. They can’t see the distant shore anymore, and they wonder if their paddling is moving them forward. None of the trees behind them are getting smaller and none of the trees ahead are getting bigger. They take it out in their spouses, and they go looking for an easier story. Here’s the truth about telling stories with your life. It’s going to sound like a great idea, and you’re going to get excited about it, and then when it comes time to do the work, you’re not going to want to do it. It’s like that with writing books, and it’s like that with life. People love to have lived a great story, but few people like the work it takes to make it happen. But joy costs pain.

Advertisements
image
Captured by Jeni Karay

Kalau aku..
Aku jatuh cinta.
Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang hanya sanggup aku nikmati bayangannya tapi takkan pernah bisa aku miliki.
Seseorang yang hadir bagaikan bintang jatuh.
Sekelebat, kemudian menghilang begitu saja.
Tanpa sanggup tangan ini mengejarnya.
Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.

~Dee, Rectoverso

image
Captured by Jeni Karay

Warna yang sama bisa tampak sunyi dan riang sekaligus. Langit paham hal-hal semacam itu. Kata-katamu bicara terlalu banyak tapi tidak pernah cukup. Langit selalu cukup dengan cuaca dan pertanyaan-pertanyaan.

Jangan percaya pada ksrtupos dan kamera seorang petualang. Menyelamlah ke ingatannya dan temukan senja selalu basah di sana. Kau hanya boleh jatuh cinta kepada ingatan yang menyerupai langit: rentan dan tidak mudah dikira.

Dia meninggalkanmu agar bisa selalu mengingatmu. Dia akan pulang untuk membuktikan mana yang lebih kuat, langit atau matamu.

~Aan Mansyur

Ada Hari

Screenshot_2016-04-22-04-31-20-1
Ocean is my Perfect Remedy

Ada hari dimana kau begitu mudah untuk dicintai

Begitu sederhana untuk dipahami

Ada hari dimana semua berjalan begitu alami,

tidak dibutuhkan begitu usaha yang besar untuk memahamimu

dalam diammu pun aku tidak keberatan

Kemudian datanglah hari-hari dimana kau menjadi begitu kompleks untuk dipahami

Seperti kau membangun tembok tak kasat mata untuk menjauhkanku darimu

Entah kau sadari atau tidak

Sikap, perilaku bahkan hal-hal sederhana yang kau sadari namun mereka adalah detail yang selalu aku perhatikan

Seringkali tembok itu tak ada. Hanya saja banyak orang diluar sana yang mengharapkan aku menjauh darimu dengan berbagai alasan

Apakah kau pria yang jahat?

Menurut mereka, iya. Namun bagiku, tidak.

Apakah mereka lebih mengenalmu dari aku? Mungkin

Tapi mereka tidak mengenal bagian dirimu yang aku kenal

Aku di titik ini tidak menyerah

Tidak berusaha untuk mengendorkan apapun yang ada diantara kita

Bila ini badai, aku suka badai ini

Karna tidak ada satu hal pun dalam hidup ini yang tidak diuji oleh badai.

 

 

 

Hujan 7 Hari

Sudah 7 hari di kota ini. 7 hari juga hujan tidak pernah absen dari kota ini. Alhasil, beberapa rencana untuk menjelajah kota ini gagal total. Hanya bertemuan dengan jendela kamar, sesekali ke depan persimpangan jalan lalu kembali lagi ke kamar. 7 hari yang sama kulihat Jalan-jalan kota ini basah, pecek. Kendaraan yang lalu lalang pun tidak menurunkan kecepatannya ketika melewati selokan. Alhasil, banyak mahasiswa yang teriak sambil mengucapkan sumpah serapah karna pengendara yang semena-mena menggunakan jalan.

Masih duduk ditemani secangkir kopi pahit panas sambil memandang keluar jendela. Hujan bukannya semakin reda, tapi semakin menjadi-jadi. Aku suka dengan kota ini. Selalu basah diwaktu pagi, menghantarkan lelah jiwa dengan lantunan rintiknya. Kalau dipikir-pikir.. hujan adalah salah satu saksi bisu dari setiap kisah manusia. Dibawah rintik hujan, langkah kaki dua sejoli berlalu dihadapanku. Saling menatap dengan senyuman sambil berlalu dengan cepat. Dibawah rintik hujan, Ibu paruh baya menggendong anak lelakinya yang memutarkan tangan memeluk leher ibunya. Dibawah rintik hujan aku menjadi bagian dalam babak kehidupkan ini: seorang wanita yang berjalan tergesa-gesa mengejar masa depan namun disaat bersamaan merindukan rumahnya.

Hujan itu unik, menurutku. Kehadirannya bisa memberikan rasa kelegaan, rindu yang terbangun, ataupun kenangan yang dibangkitkan setiap hujan gerimis mulai turun satu per satu.

Tinggal di kota ini membuat diriku belajar mencintai dan menikmati waktu hening ketika hujan mulai turun. Yang paling kusuka adalah saat kabut mulai merambahi jalan kota yang mulai lengkang. Terlihat mistis, sunyi, indah dipandang mata.

Ada rindu yang kulepaskan untuk dibawa olehnya

Ada harapan yang bisikkan dalam tiap rinai rintiknya

Ada kenagan yang membuatku tersenyum setiap memandang keluar jendela

 

Memang benar bahwa apapun yang diciptakan olehNya adalah indah apa adanya. Berteman dengan hujan, membuat aku belajar untuk berteman dengan keheningan dan menikmati setiap kejadian yang tersaji di depan mata. Selalu ada keindahan dimana saja.