Jadilah Bijak

dsc_0643-01-01-01

Saya bertemu dengan seorang teman yang berkeluh kesah disela-sela kegiatan kampus kami yang padat. Tidak biasanya teman saya ini berwajah murung, karna dia selalu dikenal sebagai sosok figur yang selalu ceria setiap harinya. Diapun bercerita tentang relasi dengan pacarnya. Saya pun secara pribadi sudah mengetahui bahwa teman saya ini sudah berpacaran bersama seorang pria sejak tahun 2012. Hubungan mereka sempat putus nyambung beberapa kali karna dari pihak pria kedapatan menjalin hubungan dengan wanita lain tanpa sepengetahuan teman saya ini.

Kejadian itu ternyata berulang lagi dengan permasalahan yang sama. Teman saya ngotot bahwa dia harus lebih sabar dan mengampuni pasangannya. Baginya “saya tidak mau menyerah untuk mempertahankan pasangan saya”. Diapun mengakui kepada saya bahwa hubungan mereka bukan saja sampai ke tahap serius belaka, tapi sudah melampaui hubungan fisik (sex) berkali-kali. Bahkan hubungan badan pertama kalinya adalah bersama pacarnya ini. Hal inilah yang membuat teman saya berusaha keras mempertahankan hubungan dengan pacarnya walau jelas-jelas banyak sekali “tanda-tanda” bahwa pria yang bersamanya bukanlah pria yang tepat.

Mengampuni vs Berhikmat

Banyak sekali khotbah yang saya dengar bahwa dalam sebuah hubungan diperlukan adanya pintu maaf yang dibuka sebesar-besarnya antara kedua pasangan. Tentunya mengampuni ini penting sekali. Tapi apakah dengan berjalannya waktu ada perbahan yang dialami oleh pasangan kita? Bila pola yang sama selalu berulang berkali-kali, mungkin sudah saatnya anda menimbang apakah hubungan ini layak untuk dilanjutkan atau tidak. Di Matius 10:16 Tuhan pun memberikan nasihat kepada kita bahwa kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. It means,  kita butuh hikmat ketika ada kasih di dalamnya. Kata salah satu dosen saya di kelas “jangan cinta bodok-bodok”.

Abuse = Cinta?

Oooooh… Come on people! Kini media mulai mempengaruhi generasi kita untuk percaya bahwa pria yang melakukan kekerasan (kekerasan verbal atau tindakan, tidak harus ditampar atau dipukul. Kalau itu mah definisi klasik) adalah tanda bahwa pria itu menyayangi dan ingin menjadi satu-satunya yang memiliki wanita. Well, sapa coba yang mau disiksa seumur hidupnya? Ingat lho, salah memilih pasangan berarti anda sedang memilih membawa neraka ke bumi, bukan surga ke bumi.

Kebanyakan pria yang melakukan abuse bila ditelusuri kisah hidupnya, mereka berasal dari keluarga yang kacau (broken home). Ada kepahitan, ada kepahitan atau luka yang dibawa entah karena sosok ayah ataupun ibu. Bila hal-hal ini tidak dibereskan, tidak diobati, maka akan menjadi kepahitan yang akan diberikan kepada anda sebagai pasangannya ataupun anak kalian kelak.

Sex = Cinta

Sepertinya nonton film, kalau tidak ada adegan kiss atau ranjang pasti tidak seru. Media mempertontonkan bahwa sex menjadi hal yang lumrah, wajar dalam pergaulan anak muda masa kini. Oh really?

Saya bertemu banyak sekali teman-teman yang memutuskan untuk melakukan hubungan sex ketika mereka berpacaran. Dan tahukah teman-teman? Ketika anda melakukan hubungan sex dengan pacar anda, belum tentu pacar anda itulah yang akan setia hingga kalian berdiri di altar gereja dan disahkan menjadi suami istri. Pihak pria tidak begitu terlihat dampaknya namun wanita akan ‘berbekas’. Jangan takut deh jadi perawan tua, di Yeremia 29:11 Tuhan berjanji bahwa Tuhan telah merencanakan masa depan untuk masing-masing kita. So, tidak perlu khawatir. “bagaimana bila saya tidak akan mendapatkan pria yang lebih baik dari dia?” Percayalah bahwa ketiak anda melepaskan hal yang buruk, Tuhan akan menggantikannya dengan hal yang lebih baik. Just be patience.

Hati vs Logika

Wanita memang cenderung lebih dominan menggunakan hati.  Bukan berarti semua keputusan harus didasarkan dengan perasaan. Jangan lupa membawa logika dalam setiap pertimbangan yang anda buat. Kadang, ada keputusan-keputusan sulit yang harus anda buat dalam relasi anda. Tapi keputusan tepat itu akan mengarahkan anda untuk menjadi lebih baik. Ingat, cinta seharusnya bukan makin membuat kepala anda pusing tujuh keliling namun bisa membawa damai. Bukan kesenangan sementara, tapi sama-sama berpikir keselamatan yang abadi. Bahkan pepatah juga menasehati kita: follow your heart but take your brain with you. 

Sebuah hubungan dilanjutkan dan tidaknya tergantung dari bagaimana anda mengambil keputusan. Ingatlah selalu bahwa jangan pernah takut melepaskan hal yang memberikan dampak negatif ke dalam hidup anda. Karna Tuhan selalu siap memberikan berbagai hal yang baik ketika anda mau melepaskannya.

 

Selamat Datang 2017!

2017 itu:Featured Image -- 436

Tahun terakhir dalam strata 2. Tahun kesekian jadi jombloers (I don’t mind about that). Tahun terakhir menetap di kota Salatiga. Such a great journey dan betapa dahsyatnya penyertaan Tuhan yang tak pernah kenal lelah menuntun, membimbing dan melindungi.

Banyak perjalanan ke tempat-tempat asing yang sebelumnya belum pernah disentuh (I’ll tell you later di tulisan-tulisan berikutnya). Banyak juga orang-orang terdekat yang disaring dapat melanjutkan perjalanan bersama di tahun 2017 atau mereka harus berhenti di tahun 2016 dan tidak dapat mengikuti ke tahun 2017. Beberapa kepergian dan kedatangan mereka yang baru.

2017 penuh dengan berbagai proses, perjalanan, pendewasaan, pengikisan karakter, dan masih banyak lagi. Satu hal yang tetap di tahun ini: Tuhan yang sama, yang menyertai di tahun-tahun sebelumya tetap akan menyertaiku di tahun 2017.

Selamat datang tahun 2017!

Jadi Perempuan Itu…

dsc_0344

Jadi perempuan itu harus berani berkata tidak. Tidak kepaa ketidaknyamanan, ketidak sesuaian dan ketidak sinergisan.

Jadi perempuan itu berani bertindak tegas. Tidak membiarkan dirinya dipermainkan.

Jadi perempuan itu tidak harus selalu mengiyakan sesuatu agar diterima dan dianggap sopan dalam masyarakat ataupun lingkungan pergaulan.

Jadi perempuan itu berani berdiri untuk kebenaran. Tidak mempermainkan dirinya atau dipermainkan oleh orang lain.

Jadi perempuan itu bukan tentang jenis kelamin, tapi bagaimana kehadirannya membawa warna berbeda dan inspirasi kemanapun dirinya melangkahkan kaki.

Jadi perempuan itu indah. Ketika dia mengerti siapa dirinya sendiri. Apa bagian tergelap dari dirinya, menerima bagian itu dan menggunakan bagian itu menjadi senjata ampuh dan kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada didepannya.

Ketika Berani Melangkah

Dalam hidup ini tidak ada yang abadi. Setuju kan?

Sama halnya juga dengan cinta, karir, persahabatan, dan berbagai hal dalam hidup. pasti ada saat dimana kita harus menutup satu babak dan memulai kembali di bab yang baru. Tidak gampang. Apalagi kalau bab sebelumnya begitu indah, begitu membekas dalam kenangan. Bedeeh.. mau pindah bab aja bisa sampai berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

prinsipnya sederhana. Berani melangkah. Kadang, kita lebih suka terpana dengan hal yg menurut kita sudah indah dimasa lalu. Bila sesuatu berakhir, haruskah dipaksakan untuk dipertahankan? Bila harus move on, kenapa masih harus menyiksa diri bertahan mempertahankan orang yang jelas-jelas meninggalkanmu?

Kepergian seseorang, berakhirnya sebuah mimpi, akhir dari sebuah karir, semua itu kadang digunakan kehidupan untuk membawa kita melompat dalam dimensi baru. Selalu ada kebahagiaan, kesuksesan, semua yang lebih indah daripada masa kini di depan sana. Tugas kita cuman 1: percaya & berani melangkah. Kadang Tuhan harus membungkus kado yang berharga dengan kertas kado yang kusam. Untuk melihat seberapa konsisten, bagaimana sikap kita dalam hidup ini.

Untuk aku pribadi, ada 1 kata yang selalu ngingetin aku untuk terus melangkah maju: all things work together for my good. Mau seburuk, sebaik, semenyebalkan, setraumatis apapun, semuanya itu dipakai Dia untuk membentukku dan membawaku kepada 1 kebaikan demi kebaikan yang lain. Jangan menyerah, teman!

 

A Story

tumblr_o2oz0bUaek1rsyukao1_1280

Writing a story isn’t bout making your peaceful fantasies come true. the whole point of the story is the character arc. You didn’t think joy could change a person, did you? Joy is what you feel when the conflict is over. but it’s conflict that changes a person. You put your characters through hell. you put them through hell. that’s the only way we change. if the point of life is the same as the point of a story, the point of life is character transformation. if I got any comfort as I set out on my first story, it was that in nearly every story, the protagonist is transformed. He’s a jerk at the beginning and nice at the end, or a coward at the beginning and brave at the end. if the character doesn’t change, the story hasn’t happened yet. And if story is derived from real life, if story is just condensed version of life then life itself may be designed to change us so that we evolve from one kind of person to another.

Made For Life

187e8bf8-4c2c-46bd-b9cd-4ca5cd9bd232

I’ve heard that ships weren’t built to be housed in harbour. So look at yourself in the mirror and tell me you weren’t designed for adventure. I know it’s scary, but think about your passions and your desires and your longings. Weren’t you made to go just a little farther than your fear suggests? Living  a good story isn’t safe, but it’s meaningful. Face your fear, conquer it. And if it conquers you, show it how it didn’t end you. Get up and live another great story. One fine day, it will be your turn – believe me it will be your turn. You will leaves homes, cities and countries to pursue grander ambitions. You will leave friends, lovers and possibilities for the chance to roam the world and make deeper connections. You will defy your fear of change, hold your head high and do what you once thought was unthinkable: walk away. And it will be scary at first. But what I hope you’ll find in the end is that in leaving, you don’t just find love, adventure or freedom. More than anything, you find you.

It’s Like That With Life

605dbc83-87a0-42c4-96d2-188cd36121ed

I think this is when most people give up on their stories. They come out of college wanting to change the world, wanting to get married, wanting to have kids and change the way people buy office supplies. But they get into the middle and discover it was harder than they thought. They can’t see the distant shore anymore, and they wonder if their paddling is moving them forward. None of the trees behind them are getting smaller and none of the trees ahead are getting bigger. They take it out in their spouses, and they go looking for an easier story. Here’s the truth about telling stories with your life. It’s going to sound like a great idea, and you’re going to get excited about it, and then when it comes time to do the work, you’re not going to want to do it. It’s like that with writing books, and it’s like that with life. People love to have lived a great story, but few people like the work it takes to make it happen. But joy costs pain.